I.
Unit endoskopi adalah area khusus di rumah sakit tempat prosedur
endoskopi dilakukan untuk memeriksa bagian dalam tubuh menggunakan
alat berbentuk selang tipis bernama endoskop. Unit pelayanan Endoskopi
RSUD Sanjiwani terdiri dari layanan tindakan EGD,Kolonoskopi, Bronkoskopi dan
ESWL
a. Tujuan Tindakan
Endoskopi :
1.
Pemeriksaan diagnostik, Dokter
menggunakan endoskop dengan kamera di ujungnya untuk melihat
langsung kondisi organ dalam, seperti saluran pencernaan, paru-paru, atau
saluran reproduksi. Selain itu
2.
Tindakan terapeutik: Dokter dapat
melakukan operasi kecil melalui endoskop, seperti mengangkat
jaringan atau polip, mengobati pendarahan, atau melebarkan area yang menyempit.
3.
Pengambilan sampel: Dokter dapat
mengambil sampel jaringan (biopsi) untuk analisis lebih lanjut.
Tindakan Endoskopi bisa dilakukan
dengan lokal anastesi maupun dengan anastesi.
Unit ini didukung oleh tim medis yang ahli dalam prosedur
endoskopi dan diagnosis kondisi yang ditemukan.
Di Unit Endoskopi dan
ESWL RSUD SANJIWANI memiliki staff terdiri dari :
a.
1 Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang sudah kompeten
b.
2 Dokter Spesialis Bedah Konsultan Bedah Digestive yang sudah
kompeten
c.
4 Dokter Spesialis Paru yang sudah kompeten
d.
2 Dokter Spesialis Urologi yang sudah kompeten
e.
4 Dokter Spesialis Anastesi
f.
1 Tenaga S2 Keperawatan yang sudah kompeten
g.
2 Tenaga Ns Keperawatan yang sudah kompeten
h.
1 Tenaga DIII Keperawatan yang sudah kompeten
Keamanan dan kenyamanan pasien: Fasilitas ini
dirancang untuk memastikan prosedur berjalan dengan aman, nyaman, dan dalam
waktu yang relatif singkat.
II. ESWL adalah prosedur Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy,
sebuah metode non-invasif untuk memecah batu saluran kemih (seperti batu ginjal
atau kandung kemih) menggunakan gelombang kejut dari luar tubuh. Batu yang
pecah menjadi serpihan-serpihan kecil kemudian dapat dikeluarkan secara alami
bersama urine.
Cara kerja ESWL
·
Mesin khusus yang disebut lithotripter akan
menghasilkan gelombang kejut yang difokuskan pada lokasi batu.
·
Gelombang kejut tersebut akan menghancurkan batu menjadi
partikel yang jauh lebih kecil.
·
Serpihan batu kemudian akan dikeluarkan oleh tubuh secara alami melalui
saluran kemih bersama urine.
Keunggulan ESWL
a. Non-invasif: Tidak memerlukan operasi bedah dan sayatan pada
kulit.
b. Penyembuhan lebih cepat: Waktu pemulihan relatif singkat, seringkali tidak
memerlukan rawat inap.
c. Efek samping lebih sedikit: Jaringan tubuh lain tidak rusak karena gelombang kejut
diarahkan secara presisi ke batu.
d. Bisa diulang: Jika diperlukan, prosedur ini bisa diulang tanpa
masalah.
e. Tidak selalu perlu anestesi: Biasanya hanya diberikan obat pereda nyeri ringan dan
tidak memerlukan bius total.
f. Siapa yang membutuhkan
ESWL
g. Paling efektif untuk
batu berukuran kurang dari 2 cm di ginjal atau 1 cm di ureter.
h. Cocok untuk pasien
dengan batu ginjal, batu ureter, atau batu kandung kemih.
Siapa yang tidak disarankan untuk ESWL
· Pasien hamil karena
risiko pada janin akibat sinar-X dan gelombang suara.
· Pasien dengan kelainan
bentuk dan fungsi ginjal, kanker ginjal, atau infeksi ginjal.
· Pasien dengan gangguan
pembekuan darah.
Senin - Sabtu
08.00 - 14.00
24 Jam